Responsive Advertisement

Apa Yang Dimaksud Dengan Chart of Account atau CoA?

Konten [Tampil]

 

Apa Yang Dimaksud Dengan Chart of Account atau CoA?

Chart of Account - Setiap perusahaan pasti pernah memiliki masalah dalam hal pencatatan transaksi, khususnya untuk para pemilik usaha ataupun perusahaan kecil. Jika kendala ini dibiarkan saja, maka tentunya akan bisa menyebabkan masalah yang berkepanjangan. Untuk itulah perusahaan atau pemilik usaha harus membuat dan memahami pengertian bagan akun atau CoA (Chart of Account).

 

Pengertian CoA atau Chart of Account

Pengertian CoA atau Chart of Account atau dalam bahasa Indonesianya adalah Bagan Akun adalah suatu daftar berbagai akun perusahaan yang sering digunakan untuk melakukan identifikasi ataupun melancarkan proses pencatatan transaksi, baik itu dalam hal pemasukan, maupun pengeluaran.

 

Selanjutnya, seluruh catatan transaksi ini akan digabungkan dalam Jurnal Umum. Setiap perusahaan mampu mengatur setiap bagan akunnya sendiri sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

 

Dengan memanfaatkan Chart of Account sebuah perusahaan bisa mengatur ataupun mengubah sendiri setiap  tatanan ataupun bagan akunting perusahaannya. Biasanya, bagan akun akan ditandai dengan suatu simbol numerik sebagai suatu penanda adanya perbedaan pada tiap jenisnya.

 

Selain itu, Chart of Account juga biasanya dibuat untuk menampilkan laporan keuangan, mulai dari neraca sampai laporan laba rugi. Lalu, bisa dilanjutkan dengan berbagai akun lain, seperti modal atau ekuitas, hutang, pengeluaran kewajiban, dan biaya lainnya.

 

Manfaat Chart of Account

Manfaat lain adanya pembuatan Chart of Account yang akan dirasakan adalah:

  1. Berbagai catatan ataupun data yang ada akan lebih mudah untuk dikontrol, dibandingkan, serta dianalisa secara tepat yang selanjutnya bisa digunakan oleh yang bersangakutan dalam hal pengambilan keputusan.
  2. Akan membantu memudahahkan dalam hal memperbaiki berbagai data atau catatan lain yang mengalami perubahan yang bisa disebabkan oleh kesalahan pengguna atau terjadinya transaksi tambahan lain.
  3. Mempermudah berbagai hasil catatan atau data yang sudah didapatkan dan proses tersebut nantinya akan lebih bisa terkontrol dengan baik.

 

Mampu memudahkan penyusunan laporan

Memudahkan membaca laporan, sehingga pihak terkait mampu menerapkan keputusan dengan tepat dan mudah.

 

Syarat pembuatan Chart of Account

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat kode akun adalah sebagai berikut:

  1. Nomor kode akun harus unik, artinya setiap nomor hanya bisa digunakan untuk satu akun perkiraan saja.
  2. Akun perkiraan akan dimasukan kedalam kelompok ataupun sub kelompok. Contohnya adalah piutang, piutang, dan seluruh peralatan yang dimasukkan ke dalam suatu aktiva lancar.
  3. Perkiraan yang ada kaitannya harus disusun secara urut. Seperti: hutang pengadaan dengan hutang lainya.

Penulisan nomor diusahan agar tidak terlalu ketat agar bisa memudahkan jika suatu waktu terjadi penambahan atas sejumlah akun baru. Seperti, kelompok beban yang di labeli nomor 300, 305 beban angkutan, dan 310 beban lainnya. Jika ada penambahan, maka bisa disisipkan antara 305-310.

Sebaiknya menulis nama akun dengan singkat dan jelas, seperti penulisan beban pejalanan dinas tentu akan lebih baik dibandingkan dengan beban perjalanan ke luar kota bagi para direksi.

 

Jenis-Jenis Chart of Account

Angka (Numerik)

Angka adalah suatu simbol yang paling umum digunakan dalam pembuatan kode akun dalam Chart of Account atau bagan akun. Sebagai contoh, 500-000 (harga pokok penjualan), 200-000 (utang), 300-000 (modal),100-000 (asset atau aktiva), dll.

 

Huruf (Alphabet)

Huruf adalah simbol yang masih jarang digunakan dalam membuat Chart of Account atau kode akun. Biasanya, huruf akan lebih sering digunakan untuk kode nama perusahaan, nama pembeli atau pelanggan, nama bank, nama supplier, nama wilayah, dll. Contohnya adalah AALI untuk kode nama perusahaan PT Astra Agro Lestari.

 

Campuran Angka dan Huruf

Simbol campuran huruf dan angka biasa digunakan ketika simbol huruf sudah digunakan untuk kode nama wilayah, nama supplier, nama perusahaan, nama bank, ataupun nama pelanggan, tapi masih memerlukan pembagian lanjutan agar kodenya bisa lebih jelas dan mudah dimengerti oleh berbagai pihak yang bersangkutan.

 

Berikut ini adalah klasifikasi akun pada Chart of Account dalam dunia akuntansi Account Clasification.

Balance Sheet Account

  1. Liabilities
  2. Stock Holder’s Equity
  3. Asset

 

Income Statement Account

  1. Operating Expense
  2. Cost of Fund
  3. Revenue / Sales.
  4. Other Income and Charges

 

Struktur Chart of Account atau Bagan Akun

Dalam hal penggunaan sistem komputerisasi akunting, maka struktur dari Chart of Account adalah:

  • Kode sub – sub account

 

Kode perkiraan pembukuan (Account Code )

Tujuan dari adanya penulisan ini adalah demi menghasilkan laporan jenis biaya yang sesuai dengan kebutuhan manajemen. Contoh struktur Account chart adalah “123.12.122”. Perusahaan bisa menggunakan tiga hingga empat digit agar bisa memudahkan dalam hal penambahan akun baru sesuai dengan kebutuhan.

 

Digit pertama atau dalam contoh tersebu adalah menunjukkan klasifikasi utama laporan keuangan, yaitu untuk kewajiban, untuk aset, dll. Digit kedua atau “12” menunjukkan subklisifikasi, yaitu (11) untuk aset lancar (12) untuk aset tidak lancar (13) dan seterusnya. Digit ketiga atau 122 menunjukkan akun spesifik yaitu(122) untuk peralatan toko, (111) untuk kas, (124) dan seterusnya.

 

Chart of Account Perusahaan Jasa

  1. 100 Aktiva Lancar
  2. 101 Kas
  3. 102 Persediaan Barang Dagang
  4. 103 Piutang Usaha
  5. 104 Penyisihan Piutang Usaha
  6. 105 Wesel Tagih
  7. 106 Perlengkapan
  8. 107 Iklan Dibayar Dimuka
  9. 108 Sewa Dibayar Dimuka
  10. 109 Asuransi Dibayar Dimuka
  11. 11 Investasi Jangka Panjang
  12. 111 Investasi Saham
  13. 112 Investasi Obligasi
  14. 12 Aktiva Tetap
  15. 121 Peralatan
  16. 122 Akumulasi Penyusutan Peralatan
  17. 123 Kendaraan
  18. 124 Akumulasi Penyusutan Peralatanan Kendaraan
  19. 125 Gedung
  20. 126 Akumulasi Penyusutan Gedung
  21. 127 Tanah
  22. 13 Aktiva Tetap Tidak Berwujud
  23. 131 Hak Paten
  24. 132 Hak Cipta
  25. 133 Merk Dagang
  26. 134 Goodwill
  27. 135 Franchise
  28. 14 Aktiva Lain-Lain
  29. 141 Mesin Yang Tidak Digunakan
  30. 142 Beban Yang Ditangguhkan
  31. 143 Piutang Kepada Pemegang Saham
  32. 144 Beban Emisi Saham
  33. 20 Kewajiban
  34. 201 Utang Usaha
  35. 202 Utang Wesel
  36. 203 Beban Yang Masih Harus Dibayar
  37. 204 Utang Gaji
  38. 205 Utang Sewa Gedung
  39. 206 Utang Pajak Penghasilan
  40. 21 Kewajiban Jangka Panjang
  41. 211 Utang Hipotek212 Utang Obligasi
  42. 213 Utang Gadai
  43. 30 Ekuitas
  44. 301 Modal/Ekuitas Pemilik
  45. 302 Prive
  46. 40 Pendapatan
  47. 401 Pendapatan Usaha
  48. 410 Pendapatan Diluar Usaha
  49. 50 Beban
  50. 501 Beban Gaji Toko
  51. 502 Beban Gaji Kantor
  52. 503 Beban Sewa Gedung
  53. 504 Beban Penyesuaian Piutang
  54. 505 Beban Perlengkapan Kantor
  55. 506 Beban Perlengkapan Toko
  56. 507 Beban Iklan
  57. 508 Beban Penyusutan Peralatan
  58. 509 Beban Penyusutan Gedung
  59. 510 Beban Bunga
  60. 511 Beban Lain-Lain

 

Chart of Account pada Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manuktur merupakan suatu perusahaan yang mengolah bahan baku dan ditambah dengan bahan pembantu lainnya dengan didukung oleh tenaga kerja langsung, serta berbagai biaya overhead pabrik hingga menjadi suatu bahan yang siap untuk dijual.

 

Berbagai biaya tersebut ada yang bersifat tetap dan ada yang bersifat variabel. Seluruh biaya yang sifatnya variabel merupakan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kuantitas produk barang jadi. Banyaknya variabel yang harus dikeluarkan akan berbanding lurus dengan kuantitas barang yang diproduksi. Contoh biaya variabel adalah bahan  baku dan biaya upah langsung.

 

Sedangkan biaya yang sifatnya tetap merupakan biaya yang nominalnya tidak tergantung dengan jumlah produksi barang yang sudah jadi. Jadi, kuantitas produksi tidak akan mengubah biaya tetap yang sudah memang harus dikeluarkan.

 

Contoh biaya tetap adalah biaya gaji karyawan tetap, biaya sewa gedung pabrik, biaya keamanan, dan biaya rutin yang dibayar setiap bulan dan jumlahnya cenderung sama.

Dalam mengolah barang jadi, maka perusahaan manufaktur ada yang mengolah barang berdasarkan pesanan dari pelanggan dan ada juga yang mengolahnya menjadi produk reguler.

 

Chart of Account Perusahaan Dagang

Terdapat beberapa perbedaan antara Chart of Account pada perusahaan dagang dengan perusahaan jasa. Beberapa akun yang ada dibawah ini tidak terdapat pada perusahaan jasa tapi tetap ada pada perusahaan dagang:

  1. Akun Persediaan (dicantumkan dalam kelompok aset)
  2. Persediaan Suku Cadang
  3. Persediaan Barang Dalam Proses
  4. Persediaan Barang Jadi
  5. Persediaan Bahan Baku
  6. Persediaan Bahan Pembantu
  7. Akun Biaya Produksi (dicantumkan dalam kelompok harga pokok)
  8. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan
  9. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
  10. Barang Dalam Proses (Awal dan Akhir)
  11. Barang Jadi (Awal dan Akhir)
  12. Barang Jadi Standar
  13. Biaya Bahan Baku
  14. Biaya Upah Langsung
  15. Biaya Overhead Pabrik
  16. Selisih Harga Pokok Produksi Aktual dan Standar

 

Kesimpulan

Memahami pengertian chart of account sangat penting dalam untuk melakukan perencanaan, pembuatan, dan penyusunan daftar akun yang lengkap dengan jenis dan nama akun dalam penyusunan laporan keuangan. Baik itu untuk membuat laporan keuangan secara manual ataupun dengan memanfaatkan software maupun aplikasi akuntansi.

 

Dalam hal ini diperlukan tingkat pemahaman yang baik terkait bisnis proses industri manufaktur, perusahaan dagang maupun perusahaan jasa, agar seluruh laporan keuangan yang dihasilkan bisa akurat dan bisa menampilkan kondisi yang sebenarnya.

 

Untuk mengelola keuangan dan berbagai pencatatan akuntansi lainnya, Anda bisa mengandalkan software akuntansi dari Accurate Online.

 

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan lebih mudah dalam membuat catatan keuangan bisnis Anda dimanapun dan kapanpun. Selain itu, data laporan juga akan tersimpan dengan aman dan Anda bisa lebih mudah dalam menggunakannya.

Post a Comment

0 Comments